Selasa, 27 Juni 2017

Yamaha Scorpio 223cc The Laleur Hejo

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 1

OTOMOTIF.ORG -  Membangun sepeda motor impian. Kini hal itu menjadi mimpi besar untuk sebagian orang. Ingin tampil gaya, itulah alasan utama dalam membangun sepeda motor custom. Salah satunya adalah pria yang bernama Aang Khaerudin.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 2

Berbekal inspirasi dari konsep supermoto klasik yang gagah. Aang Khaerudin menyerahkan pengerjaan membangun sebuah sepeda motor Yamaha Scorpio 223cc kepada Haris Streetouzcka owner dari Glinding Kustom. Ini butuh penyesuaian terhadap design dan karakteristik dari sebuah Yamaha Scorpio ini.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 3

Butuh penyesuaian? Kenapa demikian? Ya, harus dilakukan penyesuaian. mengingat fostur dari pemilik sepeda motor ini seperti kebanyakan tinggi dari masyarakat Indonesia. Rata-rata tinggi orang Indonesia di kisaran 165cm. Sedangkan design yang diinginkan adalah tinggi dan gagah sesuai dengan gaya supermoto klasik.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 4

Dan penyesuaian yang dilakukan adalah dengan melakukan re-design terhadap kaki-kaki terutama sektor roda. Urusan roda sudah di kustom, velg menggunakan ring 14 lebar 5 inch di belakang dan 3 inch di depan. Ban menggunakan ukuran 150 dan 120 ring 14. Untuk shock depan mengunakan bawaan dari Yamaha Scorpio sedangkan swingarm di kustom.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 5

Kenapa menggunakan velg ring 14 bukannya ring 17 seperti kebanyakan supermoto? simple saja "Biar lucu ajah" jawab kang Aang dengan santai. Sedangkan untuk penamaan kang Aang memilih untuk menamai sepeda motor ini dengan nama "Laleur Hejo" atau dalam bahasa Indonesia "Lalat Hijau". Ada apa dengan lalat hijau? Entahlah.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 5

Jika anda bertanya mengenai spesifikasi dan data modifikasi. Tidak banyak yang di ungkapkan, namun seperti kebanyakan builder kang Haris Streetouzcka selalu melakukan manually/hand made modification "tanpa harus membeli" secara utuh.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 6

Sebagai sebuah informasi, untuk frames sudah dimodifikasi dan di sesuaikan. Untuk bagian sub-frames tim dari Glinding Custom merubah total dengan pipa baru dan body pun di buat ulang untuk mendapatkan hasil yang benar-benar sesuai dan terlihat minimalis "sedap dipandang mata".

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 7

Ini pertanyaan umum. Bagaimana dengan kesetabilan motor ketika dikendarai? Apakah aman? Untuk menjaga kesetabilan dalam berkendara stang sudah mengaplikasikan jenis fatbar agar handling menjadi lebih baik dan enak ketika dikendarai "naik Laleur Hejo tidak akan bikin pegal linu" juga "biar bisa ngedrift" ungkap kang Aang.

Yamaha Scorpio 225cc The Laleur Hejo 8

Ada pertanyaan lain? silahkan hubungi kang Haris Streetouzcka.

Sabtu, 24 Juni 2017

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 1

OTOMOTIF.ORG - Andre Dharmawan adalah seorang fotografer yang suka bepergian, makan dan menjajaki hal baru. Seorang yang memiliki bisnis fotografi yang berbasis di Jakarta, Indonesia. Desain yang eksentrik, bisa anda lihat pada sepeda motor yang dia kirimkan ceritanya dan kini dipajang disini. Mari kita simak cerita yang ditulis olehnya dibawah ini.

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 2

Bertahun-tahun yang lalu ketika saya berada di Bali untuk bekerja, saya bertemu dengan teman baru dan lama, mereka membawa skuter kustom mereka sendiri (yaitu streetcubs) dan saya sangat senang. Dalam benak, terpikir "Saya juga ingin memiliki sebuah sepeda motor custom yang elegan serta menarik perhatian para pejalan kaki yang melihatnya".

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 3

Mereka bilang sepeda custom sangat populer di Bali. Lalu saya berselancar dan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang motor custom, sampai saya bergabung dengan grup CRI di Facebook dan saya melihat banyak orang kreatif yang mengilhami saya untuk membangun motor ini. Saya pun semakin bersemangat untuk hal itu.

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 4

Sudah diceritakan oleh Mas Imam diatas. Bahwa saya bukannlah seorang yang ahli dan membangun sepeda motor kustom. Untuk itu, saya bekerja sama dengan beberapa vendor yang bisa membuat motor impian saya menjadi kenyataan. Dan hal yang pertama kali saya cari adalah ispirasi dalam membangun sepeda motor ini namun "ingin tampil beda".

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 5

Ini adalah temuan bahan sepeda motor yang menarik untuk saya buat menjadi sebuah sepeda motor custom. Ini adalah sebuah sepeda motor Suzuki Thunder 125cc keluaran tahun 2005. Saya berencana membangun motor yang bagus dan fotogenik agar bisa melaju ke kantor. Dengan cc kecil dan sedikit konsumsi gas "irit bahan bakar irit duit". Ha ha.

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 6

Di motor pertama ini, saya mencoba menggabungkan bingkai BMW R80 dan Honda CB Dream 305 gastank (keduanya adalah favorit saya!) Dengan sedikit sentuhan kulit untuk menghadirkan gaya klasik nan elegan. Membangun sepeda motor impian menjadi kenyataan.

Suzuki Thunder 125cc Custom Cafe Brat 7

Tapi sebagai gadget, mid-gadget saya tidak ingin tetap bergaya klasik, iya saya juga ingin terlihat futuristik! Jadi saya menggabungkan tachometer digital dan lampu LED. Beberapa bagian mesin ditingkatkan, karena saya memiliki roda baru yang cukup besar. Saya menggabungkan bagian Honda Tiger dan Kawasaki Ninja untuk menjalankan motor ini.

Tantangan paling sulit yang dihadapi saya adalah ketika kita membangun basic frame. Bagaimana dengan logo atau identitas untuk sepeda motor ini? Ya setiap orang pasti ingin memiliki identitas. Pertanyaan yang sangat sulit karena saya tidak memasang logo saya di motor saya jadi saya memasang logo guntur sebagai gantinya. Ha ha.

Jadi disebut gaya apa sepeda motor Suzuki Thunder 125 ini? Entahlah, cafe racer, brat dengan sentuhan bobber seat style. Jadi silahkan sebutkan saja, apa gaya yang anda inginkan untuk sepeda ini. Anda bisa menamai itu sendiri.

Bagaimana ketika dikendarai? Apakah nyaman? Itu pertanyaan yang saya tunggu. Seperti kebanyakan sepeda motor custom yang lain. Sepeda ini stabil, aman, sangat tampan namun sedikit kurang nyaman. Tapi hei, orang bilang  "beauty is pain" benar kan? lol Ha ha.

Jika anda bertanya apakah akan ada proyek lain kedepannya? Hobi baru ini mulai merasuki otak saya dan mereka ingin saya membangun yang lain. Ha ha. Kita tunggu nanti saja, mungkin ada inspirasi yang bisa membuat saya membangun sepeda motor unik lainnya. Semoga dengan mesin yang lebih besar.

Artikel oleh: Andre Dharmawan

Minggu, 11 Juni 2017

Oli Motor Dan Oli Mobil Tuh Beda

Beda Oli Mesin Mobil dan Oli Motor 1

OTOMOTIF.ORG - Walau terlihat sama, sebenarnya oli motor dan mobil tuh beda. Oli motor di buat khusus untuk pengunaan kopling basah. Jika oli mobil di gunakan di motor biasanya akan mengalami slip kopling. Karena oli mobil menggunakan bahan aditif yang makin lama makin licin.

Nah, sekarang kan ada motor yang tidak. Menggunakan kopling basah, macem motor matik. bisa kah di gunakan? Jawabannya bisa. Jadi maksudnya, oli mobil tidak cocok di gunakan buat mesin motor kopling basah.

Tapi, bolehkah oli mobil di pake di motor yang menggunakan kopling basah? Yah silahkan aja, makanan ayam, kambing dan kucing aja bisa kok di makan manusia. Tapi kan kandungan gizinya beda. Nah, kandungan gizi itu kalo di oli itu sebutannya aditif.

Lalu bagaimana membedakan oli motor dengan oli mobil. Kalo di beberapa merek sih mudah. Misal merek Shell, Shell Helix itu buat mobil, sedang Shell Advance buat motor, kalo Pertamina, Fastron buat mobil, Enduro buat motor atau bisa juga lihat gambar di kemasannya aja. Gambar motor, ya oli motor, kalo gambar mesin biasanya oli mobil.

Beda Oli Mesin Mobil dan Oli Motor 2

kalo gak ada gambar atau type di beberapa merek oli import gimana? Kan oli mobil atau oli motor tetep kemasannya tertulis motor oil. Gampang, tinggal lihat aja API Servicenya, antara oli motor dan mobil punya standarisasi beda.

Biasanya, oli mobil mencantumkan standardisasi lembaga macam ILSAC (International Legal Services Advisory Council) atau ACEA (Association of Consulting Engineers Australia) yang fokus mesin industri termasuk mobil.

Sedang untuk motor, ciri utamanya memakai standarisasi JASO (Japan Automotive Standart Organization) dibuat lembaga di Jepang. Memang untuk standar mesin motor. Jadi, kalau di situ tertera tulisan JASO-nya, misal JASO MA ataupun MB, maka itu memang rekomendasi untuk motor.

Sedang yang tidak ada tulisan JASO, hanya ACEA, API service atau ILSAC, maka itu jelas untuk mobil. Lah, terus kan sekarang banyak yg pake oli diesel buat motor itu gimana. Katanya bagus buat daleman mesin. Yah, silahkan aja. Ilmubya kan sudah di kasih, zaman dulu juga banyak kok yang pake minyak kelapa buat mesin. Itu terserah ente, kan udah di jelasin panjang lebar. Panjang baik buat istri, lebar kasihan suami.

Artikel oleh: Ujang Sutirta

Minggu, 14 Mei 2017

Sanek QJ250 Bobber, Geka Dongfeng

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 1

OTOMOTIF.ORG - Sudah hampir 4 tahun bolak-balik ke rumah bapak itu. Hanya melihat dari luarnya saja. Dipojokan rumahnya ada unit motor yg tertutup terpal. Bisik-berbisik ternyata katanya motornya mogok tidak bisa hidup.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 2

Hehee, Memberanikan diri untuk bertamu dan mepertanyakan status motor yang sudah tertidur pulas itu, akhirnya terjadi ijab kabul proses jual beli. Tak pikir panjang, langsung angkut bawa  ke bengkel.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 3

Tampang asli dari motor pun langsung kita bongkar total dan mencoba mencari sebuah wangsit untuk merubah dan meremajakan si QJ250 yang ternyata Made In China ini. Dilirik-lirik ternyata pabrikan Sanex ini merepro bentuk dari motor Honda Rebel 250.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 4

Tahap awal kita restorasi mesin dulu, karena kelistrikan bermasalah. Kita coba merubah kelistrikannya secara total. dan Mesin pun di bongkar, Piston set 54,5 mm akhirnya jadi pilihan untuk menggantikan piston bawaannya yang sudah mengasap.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 5

Mesin beres, dan Blaarr Blaarrr. Sanex QJ250 pun jantung nya mulai berdetak dan berirama khas mesin 2 silinder inline. Berlanjut pada acuan bodi, kita mencoba untuk tetap fokus pada roh frames aslinya yg memang konsepnya mengacu pada Model Bobber.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 6

Frames kita rubah di bagian belakang dibuat lebih rendah dari aslinya. Untuk tangki sengaja kita buat terpisah dan posisinya agak kebawah agar terlihat penuh tidak ada ruang kosong di atas mesin.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 7

Kaki-kaki pun mulai mendapatkan jatah peremajaan, karena tromol bawaannya masih bagus, kita hanya menggati velg yang bawaannya ring 15 dan 19 kita ganti pake ring 16 untuk di belakang dan 18 untuk di depan, lebar velg pake 4 inch dan 3 inch. Untuk ban kita aplikasikan 5,00-16 untuk belakang dan 4,50-18 untuk di depan. Agar roh bobber nya dapet. Hehee.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 8

Untuk suspensi kita tetap menggunakan bawaan motor karena masih layak dan cukup pas untuk konsep yg diinginkan. Pengecatan kita serahkan pada Bona Brusher. Untuk tangki dan spakbor metalflakes gliter jadi pilihan. Frames di beri warna motif keramik warna cream broken.

Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng" 9

Lainnya kita kasih finishing krom biar lebih clean. Bagaimana menurut anda? Tertarik untuk merubah tampilan sepeda motor anda menjadi sepeda motor dengan gaya Bobber? Jika ada pertanyaan mengenai Sanek QJ250 Bobber "Geka Dongfeng", silahkan hubungi Haris Streetouzcka.

Minggu, 07 Mei 2017

Penyakit One Way Kaze, Sering Macet

Penyakit One Way Kaze

OTOMOTIF.ORG - Penyakit one way kaze tuh sering macet. Kalo dah macet, di starter gak gerak, di engkol berat. kejadian kalo pas kondisi panas dan kurang oli. Penyebab nya karena one way kaze gak punya kupingan.

Selain lebih tebal dari one way ori atau one way punya satria dan tiger. Jadi, sering geser kekanan atau kiri. Kalo geser kanan bakal macet, karena gesek gear com.

Kalo geser kiri bakal ngelos karena mepet magnet. Dalam kondisi macet, kalo di paksa starter, angker dinamo bisa kebakar, kalo di paksa engkol, gear rumah kopling bisa rompal.

Artikel oleh: Ujang Sutirta

Rabu, 03 Mei 2017

Yamaha RS 125cc Cafe Racer


OTOMOTIF.ORG - Motor Yamaha RS125 ini adalah motor pemberian dari almarhum kakek saya, motor ini dibelinya saat pertama kali muncul di pasaran dimana Yamaha RS125 ini ia sebut salah satu seri dari Yamaha yang pertama masuk pasar otomotif Indonesia dan masih dirakit di Jepang tidak seperti penerusnya seperti L2/L2G/L2S yang memang sudah dirakit di Indonesia.

Sayangnya, ketika kakek mulai sakit-sakitan, tidak ada lagi yang mau merawat motor ini, dan motor ini pun terbengkalai di gudang selama bertahun-tahun. Kakek saya pun tidak pernah berencana untuk menjualnya, karena motor ini adalah motor kesayangannya yang senantiasa menemaninya di masa-masa muda dulu.


Saat itu saya langsung meminta izin pada kakek saya untuk merawat dan sedikit merubah tampilan dari motor kesayangannya ini dan ia pun mengizinkannya dengan catatan saya tidak boleh menjual motor ini dengan alasan apapun.

Motor ini pun jadi motor kedua untuk saya, setelah sebelumnya saya membeli motor KZ200 yang sekarang saya namai Bow Down. Dan masih sama konsepnya seperti pendahulunya, RS125 ini ingin saya ubah agar sedikit membungkuk , maka saya putuskan untuk merubahnya menjadi motor café racer.


Untuk proses customnya sendiri cukup saya kerjakan di belakang rumah, karena tidak banyak merubah bentuk aslinya.  Memang saya juga berniat ingin tetap mempertahankan penampilan originalnya untuk mengenang motor ini saat dikendarai kakek dulu.

Frame saya ubah sedikit di bagian belakang untuk membuat dudukan hornet dengan sistem plug and play, dimana saat saya bosan dengan tampilan sekarang, saya cukup melepas baut dudukan hornet dan jok ala-ala tracker pun siap menggantikan hornetnya.


Suspensi depan belakang saya ubah menggunakan suspensi dari Honda GL200 karena suspensi originalnya sudah tidak mungkin direparasi, selain itu saya ingin berkendara dengan cukup nyaman.

Swingarmnya saya ubah menggunakan swingarm dari Yamaha RX series karena saya ingin tampilan yang lebih panjang menyesuaikan dengan frame dan hornetnya, juga untuk menyeimbangkan sumbu rodanya karena saya memilih untuk memakai velg ring 18” agar motor ini tampil lebih berisi.


Dan yang paling nyeleneh dari motor ini adalah mufflernya,  banyak yang bertanya “Mas, itu motornya 2tak kan?” Saat itu di pasaran saya belum bisa menemukan muffler yang cocok tampilannya untuk motor ini. Jadi saya putuskan untuk memakai muffler motor 4tak , agar suaranya tidak terlalu bising dan tidak merubah performa mesinnya, saya buatkan kisi-kisi saringan di bagian tengah hingga ujung mufflernya agar menyerupai muffler motor 2tak sebagaimana mestinya.

Warna aslinya pun tidak saya ganti, kembali untuk mengingat masa-masa saat motor ini masih dikendarai kakek saya. Hanya direpaint dengan warna yang sama dan diberi striping yang sedikit kekinian.

Merubah motor ini menjadi café racer tidak memakan banyak biaya, sangat terjangkau, banyak parts originalnya yang saya pertahankan. Karena untuk tampil beda dan menarik, tidak selalu harus mahal kan? Sekarang Yamaha RS125 ini menjadi motor sehari-hari saya, cukup nyaman dikendarai di jalanan kota.

Ditulis oleh: Muhammad Nandira Yudhi Prayoga

Senin, 24 April 2017

Dampak Bikin Lubang Rumah Kopling

Dampak Bikin Lubang Rumah Kopling

OTOMOTIF.ORG - Ada pintu lebar, ente malah gali lubang biar masuk rumah, gitulah perumpamaan yang iseng bikin lubang di rumah kopling. Sebenar nya gak ngaruh, cuma bikin kerjaan aja, lubang nya cuma seuprit. di banyak kasus malah pada rompal rumah kopling nya.

Sebenarnya, yang bikin kampas gosong tuh karena kurang oli, bukan karena kurang lubang. Oli yang kita isi kedalam mesin jumlah nya menyusut dari yg isi nya 1L atau 1,2 L jumlahnya berkurang drastis hingga tinggal 3/4 nya atau malah ada yg sisa setengahnya.

Kurang nya oli biasanya di sebabkan karena oli menguap ketika pemakaian. Ini gak lebih dari 5% jika lebih dari 10% biasanya ada yg rembes ke ruang bakar, bisa dari ring pistonnya yang udah aus dari seal klep, dari rembesan paking/seal as gear atau bisa juga dari O ring yang ada di baut jalur oli cylinder blok.

Solusinya gimana? Jika hanya penguapan, biasanya hanya di cek aja tiap minggu atau tiap kali mau adventure tambah 100ml. Jika buat harian aja tambah 200ml jika buat adventure jika ternyata ketika di cek berkurang.

Tapi, jika setiap penggantian berkurang lebih dari 20% lakukan pengecekan atau penggantian ring piston, seal klep atau O ring baut saluran oli. Hilangkan budaya primitif yg mengganti oli hanya berdasarkan waktu bulan, ganti lah oli berdasarkan pemakaian.

Artikel oleh: Ujang Sutirta